Halo, selamat datang.
Tutbek adalah studio kreatif sekaligus weblog yang mendokumentasikan proses lahirnya sebuah karya. Kami percaya bahwa sebuah tote bag bukan sekadar tas, melainkan medium ekspresi yang sederhana, fungsional, dan mampu membawa cerita kemanapun pemiliknya pergi.
Sejak 2014–2015, kami memproduksi tote bag dan merchandise dengan pendekatan yang mengutamakan kualitas, ergonomi, serta proses pengerjaan yang jujur. Di balik setiap produk, kami selalu percaya bahwa nilai sebuah karya tidak hanya terletak pada hasil akhirnya, tetapi juga pada perjalanan yang membentuknya.
Pada 2016 kami mendirikan Tutbek Faktori, lini produksi yang berfokus membantu musisi, seniman, komunitas, organisasi, dan berbagai brand mewujudkan merchandise mereka. Dari sinilah lahir berbagai produk seperti tote bag, pouch, tas selempang, kaos, hingga layanan personal request yang dikerjakan secara kolaboratif.
Selama lebih dari satu dekade, kami dipercaya mengerjakan puluhan kolaborasi bersama musisi, seniman, komunitas, institusi, brand, penyelenggara acara, hingga klien personal. Pengalaman tersebut mempertemukan kami dengan beragam cerita kreatif yang terus menjadi sumber pembelajaran hingga hari ini.
Yang Kami Percaya
Di era ketika segala sesuatu bergerak cepat, kami memilih berjalan sedikit lebih pelan.
Kami percaya bahwa karya yang baik membutuhkan waktu. Musik, film, ilustrasi, fotografi, sablon, maupun produk sehari-hari sama-sama lahir dari proses yang panjang penuh percobaan, revisi, kegagalan, dan keberanian untuk memulai lagi.
Karena itu, Tutbek tidak hanya membuat merchandise. Kami juga berusaha mengarsipkan proses kreatif di baliknya.
Dari Studio Menjadi WeBlog
Pada 2021, kami membuka Toko Tutbek Oflen, sebuah semi-studio yang berlokasi di kompleks Kelas Pagi Yogyakarta. Tempat ini menjadi ruang bertemu, berdiskusi, menyelenggarakan kegiatan kreatif, sekaligus berinteraksi langsung dengan ekosistem seni dan budaya di Yogyakarta.
Terhitung sejak 1 Februari 2026, Tutbek tidak lagi menjadi bagian dari kompleks Kelas Pagi Yogyakarta. Kami kemudian kembali beroperasi sepenuhnya secara daring.
Hari ini, weblog ini menjadi rumah utama Tutbek.
Di sinilah kami mendokumentasikan proses produksi, berbagi cerita di balik kolaborasi, menulis tentang musik, film, seni, budaya populer, hingga berbagai hal yang menginspirasi cara kami berkarya. Kami berharap weblog ini menjadi arsip yang terus bertumbuh—bukan hanya tentang produk yang kami buat, tetapi juga tentang nilai yang kami pelajari selama perjalanan tersebut.
Program
Sebagian besar kegiatan kami terdokumentasi melalui beberapa program yang terus berkembang, di antaranya:
#HappyTutbekDay
#iToteYou
#LoveSablonTutbek
#TheTutbekInterview
#TutbeKelas
#Tutbekultum
Support Local Heroes
Program-program tersebut menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, mendokumentasikan proses, mempertemukan orang-orang kreatif, serta merayakan karya dalam berbagai bentuk.
Tentang Pendiri
Berangkat dari ketertarikannya pada dunia audio visual, musik, film, desain, fotografi, dan seni terapan, ia memandang merchandise sebagai bagian dari praktik kreatif bukan sekadar produk yang diperjualbelikan, melainkan medium yang mampu menyimpan cerita, identitas, dan pengalaman kolektif.
Melalui Tutbek, Rifqi Mansur Maya mengembangkan pendekatan yang menggabungkan produksi merchandise, dokumentasi proses, penulisan, dan kolaborasi lintas disiplin. Baginya, setiap karya selalu memiliki cerita, dan setiap cerita layak untuk diarsipkan.
Lebih jauh tentang Rifqi, click
Mari Bertumbuh Bersama
Jika kamu adalah musisi, seniman, ilustrator, komunitas, penyelenggara acara, atau siapa pun yang sedang membangun sebuah karya, semoga weblog ini dapat menjadi ruang untuk saling belajar, saling menginspirasi, dan merayakan proses.
Selamat datang di Tutbek.
Mari terus berkarya, mengarsipkan proses, dan bertumbuh bersama.
Perjalanan Kami
2013–2014
Berawal dari Merchandise Film
Sebelum Tutbek berdiri, perjalanan ini dimulai melalui produksi merchandise untuk berbagai karya film pendek yang disutradarai oleh Rifqi Mansur Maya. Dari pengalaman tersebut kami belajar bahwa sebuah merchandise bukan hanya pelengkap sebuah karya, melainkan dapat menjadi perpanjangan cerita yang tetap hidup setelah layar ditutup.
2015–2016
Mengeksplorasi Ekspresi Melalui Teks dan Kolaborasi
Perjalanan kemudian berkembang menjadi eksplorasi ekspresi melalui tulisan, kutipan, serta berbagai eksperimen visual yang dituangkan ke dalam media kain. Pada masa ini, kami mulai berkolaborasi dengan musisi, komunitas, kolektif kreatif, dan berbagai inisiatif independen yang memiliki semangat serupa: berkarya dan bertumbuh bersama.
Di sinilah nama Tutbek mulai menemukan bentuk dan identitasnya.
2016–Sekarang
Merchandise Komunitas sebagai Arsip Kreatif
Sejak mendirikan Tutbek Faktori pada 2016, fokus kami berkembang menjadi studio merchandise yang mendampingi musisi, komunitas, seniman, organisasi, hingga berbagai brand dalam mewujudkan karya mereka melalui tote bag dan berbagai produk berbahan kain.
Namun lebih dari itu, kami percaya bahwa setiap merchandise adalah arsip.
Ia menyimpan jejak sebuah konser, pameran, festival, film, gerakan komunitas, perjalanan sebuah brand, hingga momen-momen yang layak dikenang.
Karena itulah, hingga hari ini kami terus berkarya dengan keyakinan bahwa sebuah tas jinjing dapat menjadi media untuk membawa pulang cerita, merawat ingatan, dan menumbuhkan nilai sebuah karya.
Dari merchandise film, menjadi media ekspresi, lalu berkembang sebagai arsip kreatif bagi komunitas. Itulah perjalanan yang terus kami jalani hingga hari ini.