20.3.26

Menggesut Ingatan, Menyablon Pulang

Awal Maret lalu, sebuah ruang baru lahir di lanskap musik dan budaya independen Yogyakarta: Cherry District (Merch, Books, Records). Ia bukan sekadar acara pemanasan, tapi semacam halaman pembuka dari perjalanan panjang menuju Cherrypop Music Festival 2026 yang tahun ini akan digelar pada 22–23 Agustus 2026 di kawasan Candi Prambanan, sebuah ruang yang menyimpan gema sejarah sekaligus energi kontemporer. Cherry District sendiri hadir sebagai ruang antara yang disajikan lebih intim, lebih dekat, lebih cair. Digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM (GIK UGM) 17 Feb-8 Maret 2026, acara ini mempertemukan musik, merchandise, buku, film dan ekosistem seni secara menyeluruh dalam skala yang lebih personal. Semacam “pemanasan dulu” sebelum kita larut dalam euforia besar Cherrypop nanti. (Ngomong-ngomong, sudah beli tiketnya?)

Foto: Wildan Naufal/Cherry District 2026

Bagi kami di Tutbek, momen Live Sablon seperti ini selalu terasa sebagai rumah. Live Sablon bukan sekadar aktivasi. Live Sablon adalah cara kami membuka dapur produksi tanpa sekat. Tanpa tedeng aling-aling. Semua yang biasanya tersembunyi di balik meja kerja, kami keluarkan ke ruang publik: screen, tinta, rakel, dan percakapan basa-basi sekalipun, haaa… Aktivasi ini pertama kali kami mulai pada 2018 di lingkungan Universitas Sanata Dharma. Terinspirasi dari kultur studio sablon dan ekosistem seni di Yogyakarta yang begitu terbuka, di mana proses sama pentingnya dengan hasil.

Ada rasa takjub yang selalu berulang, bahkan bagi kami sendiri: “oh, ternyata begini proses sablon itu bekerja.” Dari selembar kain kosong, desain ditempel, tinta digesut, lalu perlahan muncul visual yang bisa disentuh, dipakai, dibawa pulang. Momen sederhana, tapi sering kali menjadi pengalaman pertama bagi banyak orang untuk benar-benar “melihat” bagaimana sebuah merchandise lahir. Dari situlah keberanian itu tumbuh untuk terus membawa Live Sablon ke berbagai ruang, hingga akhirnya sampai di sini.

Di Cherry District, kami dipertemukan dengan dua nama: The Jeblogs dan DOM 65. Dua generasi, dua spektrum waktu, tapi dengan gelombang yang terasa serupa. Energi yang mentah, jujur, dan dekat dengan denyut keseharian. Awalnya, Live Sablon untuk dua band ini hanya direncanakan dua sesi. Tapi seperti yang sering terjadi dalam ruang-ruang hidup seperti ini, rencana bisa berubah karena sesuatu yang lebih organik: antusiasme. “Vox Populi, Vox Dei”, suara publik adalah suara yang menemukan jalannya sendiri. Dari dua, menjadi tiga sesi. Dan tetap saja, belum cukup untuk menampung semua yang ingin ikut serta.

Matur nuwun untuk semua yang sudah datang, berbincang, menunggu, dan membawa pulang selembar cerita dalam bentuk sablon. Dan maaf lahir batin sebesar-besarnya untuk teman-teman yang belum kebagian slot. Semoga ini adalah perkenalan pertama kami. Karena seperti tinta yang belum kering, kami percaya akan selalu ada kesempatan berikutnya untuk menempel, menekan, dan meninggalkan jejak. Sampai jumpa, segera!

1 Syawal 1447 H, Cirebon
Admin

*Simak beberapa video dari kerumunan itu di bawah ini:

*Arsip kegiatan Live Sablon kami bisa kalian tinjau denga klik di sini :D
*Jangan sungkan untuk ngajak kami collabs live sablon, yaaa.....